Sedikit Penutup Tentang Toilet

Ketika kami menulis tulisan sebelumnya (Mengapa Kami Tak (Begitu) Suka Toilet Kering),seketika kami langsung teringat akan suatu hal tentang toilet. Kira-kira sebulan kebelakang, kami sempat mendengarkan siaran radio NHK. Pada saat itu materi siarannya ialah tentang toilet juga. Tepatnya tentang toilet universal. Intinya toilet universal itu ialah sebuah gerakan yang dilakukan oleh lembaga nirlaba yang digagas oleh seseorang ( kami lupa namanya) tentang pentingnya toilet yang mampu melayani kebutuhan orang dari segala usia (khususnya lansia).

Penggagas gerakan ini yang awalnya bekerja di sebuah agen perjalanan di Jepang. Pada suatu hari, ia mendapat kabar dari keluarga pelanggannya yang menyatakan bahwa orang tua kami (si pelanggan) telah meninggal. Ia meninggal tak lama setelah perjalanan liburan bersama agen perjalanan tersebut dan tentu itu merupakan liburan terakhir bagi si nenek. Sepulang dari liburannya tersebut, ia (si nenek) bercerita kepada anaknya bahwa ia baru saja mengalami liburan yang fantastis. Liburan yang terindah dan tak terlupakan. Namun sang nenek juga bercerita bahwa saat liburan ia mendapat banyak “rintangan” saat hendak buang air di toilet. Ya, wajar nampaknya, untuk manusia seusianya perkara buang air memang tidak semudah yang dipikirkan.

Dari situ, sang penggagas mencari tahu ke banyak tempat tentang toilet-toilet yang tersebar di banyak tempat. Dan setelah ia juga sharing dengan lansia-lansia, ia menemukan fakta bahwa di banyak tempat di Jepang ternyata tak memiliki toilet  dan klosetyang tak “layak” bagi lansia. Bahwa akses untuk mencapai toilet di berbagai public area­ di jepang tersebut sulit atau bahkan mustahil untuk dilalui oleh lansia. Jika pun mereka telah mempu mencapai toilet tersebut, belum tentu toilet (juga klosetnya) tersebut bersahabat dengan lansia tersebut. Entah toiletnya terlalu sempit, terlalu tinggi, berbagai tombolnya sulit dijangkau, dan berbagai rintangan lainnya. Hal tersebut tentunya yang mampu menciptakan resiko kecelakaan bagi lansia, atau tak mustahil dapat merenggut nyawa mereka.

Namun si penggagas semakin tersentak ketika ia disuruh mencoba menaiki kursi roda milik seorang lansia dan diminta menuruni undakan setinggi 5 cm. Betapa terkejutnya ia, ternyata dengan kursi roda, untuk menuruni undakan setinggi hanya 5 cm saja susahnya luar biasa. Dari situ akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya (saat itu ia telah pindah dan kerja di perusahaan di bidang IT) dan memutuskan untuk fokus pada masalah toilet yang mampu melayani kebutuhan semua umur. Dan pada akhirnya ia mendirikan suatu lembaga nirlaba (toilet universal,  kalau tidak salah namanya)

Hingga kini ia terus menyebarkan ide tentang toilet universal ini. Ia mem-foto toilet di banyak tempat (area publik, perkantoran, dll) dan menilainya apakah layak atau tidak untuk digunakan oleh kaum lansia. Ia juga menerima sukarelawan yang mem-foto toilet-toilet di tempat sukarelawan tersebut bekerja dan tempat lainnya, untuk kemudian diserahkan kepada dan si penggagas LSM ini. Ia pun meluaskan gerakannya di kota-kota lainnya di seluruh dunia. Ia intinya hanya berpendapat bahwa semua orang (terutama lansia) memiliki hak dan dapat bepergian ke banyak tempat di seluruh dunia tanpa harus khawatir akan banyak hal (termasuk masalah toilet). Ia hanya ingin kaum lansia bebas untuk bepergian dan menikmati banyak tempat di dunia selagi ia masih hidup, tanpa terlalu khawatir atau takut karena faktor usia mereka.

Ya, cerita dan informasi yang kami sajikan di atas, kami dapakan dari siaran NHK bahasa Indonesia. Namun sayangnya kami lupa siapa penggagas organisasi tersebut, nama lengkap organisasinya, dan alamat websitenya. Tapi jika tak salah alamat web nya ialah clickatoilet.com. Ya tak lama setelah kami mendengarkan siaran radionya, kami meng-klik alamat tersebut dan berhasil masuk pada situsnya. Begitu juga ketika kami melalukan googling dengan kata kunci click toilet,kami akan diantarkan pada situsnya. Namun sayangnya, kini, ketika kami meng-klik kata kunci tersebut, kami tak dapat lagi menemukannya. Entah kenapa atau mungkin alamat situsnya telah berubah. Beberapa waktu lalu kami pun menanyakan alamat webnya melalui situs NHK dan hingga kini kami masih menunggu jawabannya.

Namun pencarian kami yang gagal akan situs tersebut saat googling membawa kami pada suatu alamat serupa lainnya, yakni WTO. Ya, World Toilet Organization. Ya, organisasi ini intinya ingin menciptakan toilet yang layak dan sanitasi yang baik bagi manusia di seluruh penjuru dunia. Selain itu kami pun jadi tergiring untuk mencari tahu sejarah toilet. Dari situ kami menemukan sejarah panjang toilet juga bentuk-bentuk toilet yang dipakai diberbagai belahan dunia. Oh iya, kami pun baru tahu bahwa ternyata ada juga hari toilet sedunia. Hari tersebut diperingati pada tanggal 19 November setiap tahunnya. Ya jangan lupa kita rayakan hari tersebut. Sekitar sebulan-nan lagi lho! Belum pernah kan merayakan hari toilet?

Dan akhirnya, berbagai cerita tentang toilet dan segala hal yang meliputinya membuat kami lebih tersadar bahwa masalah buang hajat secara nyaman dan sehat pun merupakan hak dasar yang merupakan hajat hidup orang banyak. Selain itu, bisa saja hal tersebut berkaitan dengan keseimbangan lingkungan. Ya, bukankah dengan toilet yang nyaman dan yang memiliki saluran lancar dapat mempengaruhi kesehatan orang di dalamnya. Dan dengan kesehatan yang terjaga dengan baik, maka aliran energi bagi kelangsungan ekosistem di sekitarnya juga akan berjalan normal sehingga dapat terus mendukung keseimbangan lingkungan? Bukankah demikian? Eh, ga tau juga deng

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s