Ngupil: Antara Fokus dan Melamun

Pernahkah kalian merasa begitu gusar ketika tengah mengidap flu. Selain kerap didahului oleh panas dingin ada hal lain yang menyebalkan saat kita terkena flu. Hal ini ialah ketika  kami tidak begitu lega dalam bernafas dan juga terutama kami tidak dapat mengupil seperti biasanya. Ya, mengupil, ngorong, menggali kotoran dalam lubang hidung, atau apapun itu namanya. Hal melegakan dan mengasyikkan yang sering tak dianggap sebagai hal yang penting dalam hidup. Hal yang bahkan terkadang bergerak di bawah alam sadar kita. Ya itulah perbuatan ngupil.

Lalu mengapa ngupil harus dibahas dan seolah begitu penting. Pertama tentu saja karena kami memang pengangguran, orang ga penting dan karenanya juga lebih baik membahas hal-hal tak penting. Jadi kami tak sanggup membahas topik-topik berat. Kedua karena ngupil ini ialah aktivitas yang mengasyikkan. Dan yang terakhir karena ngupil juga merupakan suatu aktivitas yang dapat kami kategorikan sebagai suatu relaksasi.

Ngupil kami definisikan sebagai aktivitas yang dilakukan oleh jari tangan baik jari telunjuk, kelingking, atau mungkin saja jempol yang bertujuan untuk membersihkan kotoran (upil) yang ada di dalam lubang hidung kita. Bisa dikatakan juga aktivitas ini sebagai salah satu penunjang metabolisme seperti juga buang air besar atau buang air kecil. Intinya ngupil terkadang tak bisa dianggap hal remeh, seremeh mencari upil yang sebesar remeh.

Sudah teramat sering kami melihat aktivitas ngupil yang dilakukan oleh orang lain. Mereka terlihat begitu asyik atau autis sendiri saat tengah ngupil. Ada yang malu ketika kami memergoki mereka tengah ngupil tapi ada juga yang dingin-dingin saja. Dan berdasarkan pengalaman pribadi, juga pengamatan, orang yang tengah ngupil dapat terlihat seperti orang yang sedang melamun, melongo, tengah terlihat fokus ataupun keduanya, melamun campur fokus. Yang jelas sepertinya mereka terlihat begitu asyik.

Kami kerap diperingatkan orang lain atau kerabat ketika tengah ngupil. “ Ih ngupilnya serius amat sih” “ngupilnya dalem-dalem amat sih” atau “Ngupil terusss!!” Ya begitulah respon mereka ketika kami tengah mengupil. Parah. Kayak mereka sendiri ga tahu kenikmatanan ngupil aja sih….

Kami memang ngupil dengan fokus. Serius dan memiliki tujuan pasti yakni mencari upil yang menempel di dinding lubang hidung. Maka ketika kami terihat begitu serius, ya wajar saja. Kami kan tengah mencari sesuatu yang tak “kasat mata”. Upil dalam hidung ialah sesuatu yang tak terhingga oleh mata. Jadi kami melakukannya dengan indra peraba dan perasa di jari ditambah dengan insting kami.

Namun selain kami terlihat serius ketika ngupil, kami pun kerap ditegur bahwa kami terlihat seperti melamun atau pandangan mata kami terihat kosong. Kami seperti melongo ketika ngupil. Jika kalian tak percaya, perhatikan saja orang ang tengah ngupil. Seringkali mereka terlihat seperti tengah setengah melamun ketika ngupil. Mungkin ini karena ngupil merupakan sesuatu yang indah, menyenangkan atau melegakan. Serupa seperti saat menikmati suatu pemandangan yang luar biasa, indah dan menakjubkan yang membuat kita seperi terbius saat melihatnya.

Ya memang begitu adanya. Orang yang ngupil bahkan dapat terlihat seperti orang yang tengah melamun bercampur muka serius dan muka yang terlihat seperti sedang menikmati suatu hal (mungkin seperti berada di tahap ekstase hehe). Yah, baca saja air muka orang yang tengah ngupil. Pasti air muka kalian juga tak jauh beda dari apa yang kalian lihat dari orang yang tengah ngupil. Namun terlepas dari hal di atas, ngupil bagi kami sering memberikan efek relaks. Serupa seperti efek yang kami dapatkan ketika kami tengah melakukan suatu relaksasi. Hal yang melegakan dan mengasyikkan akan kami rasakan.

Jadi jangan malu untuk mengupil, walau untuk ngupil harus tahu tempat juga (kami kira tak lucu juga saat kami ngupil di depan khalayak orang dan semua mata tertuju pada kami). Nikmati saja saat kalian ngupil. Jangan terlalu malu atau pedulikan orang lain yang ada di sekitar kalian. Jika satu sampai tiga orang saja yang ada disekitar kalian, jangan pedulikan mereka. Lanjutkan saja aktivitas ngupil kalian. Karena ngupil ialah aktivitas yang mengasyikkan sekaligus melegakan. Selamat Ngupil.

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s