Balada Perempuan Akhir Tahun

Kami selalu merayakan tahun baru. Walau sayang, tahun ini, pada malam tahun baru kemaren kami tertidur pada saat waktu masih menunjukkan jam delapan malam. Maklum, waktu itu hujan deras melanda kota kami. Tapi kami punya cerita tahun baru. Tepatnya ini cerita tahun baru, tahun kemaren. Bukan tahun kelinci tapi tahun harimau.

Waktu itu, banyak toko yang menawarkan diskon gila-gilaan hingga banyak membuat calon konsumennya juga menjadi keder. Saat itu kami menuju pusat perbelanjaan yang menyelenggarakan midnite sale. Memang benar diskonnya gila-gilaan. Bisa sampai 80 %. Walau kami kira tetap saja dengan hal demikian mereka pasti akan meraup untung yang besar baik secara material maupun non-material. Promo tersebut katanya dalam rangka merayakan akhir tahun sekaligus natal

Sebenarnya kami berbelanja dan melakukan transaksi pada siang hari. Namun saat hendak bertransaksi, kami ditanya kembali oleh penjaga stan. “Mas ini barangnya mau diambil dan dibayar sekarang dengan harga sekian, atau nanti malam diambil dan dibayarnya dengan harga diskon akhri tahun kami?”

Hah? Kami terkejut, ternyata harga jika kami membayarnya pada siang hari dan malam hari berbeda jauh, bisa 50% lebih murah pada malamnya. Oh… jadi ini ya yang namanya midnite sale yang sering kami lihat di teve itu! Dan tanpa panjang lebar dan setengah tidak percaya kami langsung menjawab pertanyaan si Mba penjaga stan yang ayu itu “ Ya, ya, akan kami ambil malam saja kalau begitu barang kami!” jawab kami dengan amat yakin dengan masih setengah tidak percaya akan harga yang ditawarkan pada malam hari.

Sebenarnya juga kami tidak berbelanja, namun kami mengantarkan kawan yang berbelanja di sana. Namun berkat itu, kami pikir kami dapat menikmati pemandangan saat midnite sale. Pemandangan yang luar biasa ajaibnya buat kami. Maklum, bagi kami memang startegi marketing seringkali ajaib, gaib, dan tak masuk akal.

Pusat perbelanjaan tersebut memang telah ramai sejak sore hari, namun baru mencapai puncaknya pada malam hari penjelang tengah malam. Setiap sudut toko dipenuhi pengunjung. Tiap etalase menjadi perhatian segerombolan orang, yang tak ragu untuk mencoba barang tersebut. Dan dari begitu banyaknya pengunjung, kami kira mayoritas ialah perempuan. Mereka tampil modis dan trendi pada malam tersebut. Parasnya cantik, berbalut padu padan setelan yang asyik untuk kami lihat. Dilihat dari berbagai sudut mereka terlihat lebih seksi. Yaaa, para wanita modern lah! (sepertinya)

Pada awalnya pandangan kami memang sulit untuk terlepas dari para perempuan yang berbelanja di pusat perbelanjaan tersebut. Namun menjelang tengah malam, menjelang midnite sale berakhir mereka seperti berubah bentuk. Layaknya manusia serigala yang berubah saat terkena cahaya bulan purnama, perilaku mereka pun seperti berubah bagi kami.

Saat menjelang waktu diskon berakhir, perempuan-perempuan tersebut semakin sering membolak-balik barang yang ada di etalase. Mereka seperti hendak meyakinkan bahwa benar barang ini yang hendak mereka beli. Dengan setengah berlari mereka mencoba menemukan barang yang hendak mereka pilih. Apalagi setelah pengeras suara mengumumkan bawa waktu diskon akan ditutup dalam beberapa menit lagi. Oh ya, pengeras suara juga mengumumkan bahwa struk belanjaan dapat dimasukkan ke tempat yang telah disediakan untuk kemudian diundi, dan para pembeli akan berkesempatan mendapatkan hadiah ponsel buatan Kanada.

Wanita tersebut kami akui lagi memang cantik-cantik. Walau kami kira ukuran cantik relatif, namun kami yakin, setidaknya kita memiliki ukuran yang sama tentang perempuan muda perkotaan yang dapat membuat kita memalingkan pandangan padanya. Perempuan dengan riasan, padu padan pakaiannya, gadget yang menempel padanya, atau juga tutur bicaranya.

Seperti kami katakan di atas, namun malam itu kecantikan mereka seperti pudar di mata kami. Baru kami lihat perempuan yang biasanya anggun, tenang, dan elegan saat di pusat perbelanjaan, berubah menjadi seperti sekumpulan perempuan rakus. Recok dan heboh. Mereka setengah berlari di toko tersebut. Tak peduli dengan hak tinggi, pakaian ketat dan riasan tebal mereka. Tampak jelas sekali bahwa mereka tengah berburu diskon. Belanja banyak barang dengan setengah harga.

Amat mencolok mata juga, bahwa mereka begitu panik dan kalap ketika di pengeras suara mulai mengitung mundur, pertanda waktu diskon akan berakhir. Mereka berlarian kesama-kemari, pilih acak pilih corak. Dalam beberapa kesempatan kami pun melihat mereka yang berpapasan (sambil setengah berlari) saling bersenggolan hingga membuat salah satu dari mereka hampir terjatuh.Ckckckckc. Baru kali ini kami melihat pemandangan seperti ini. Pusat perbelanjaan modern yang terlihat seperti pasar tradisional. Bahkan lebih kacau dari pasar tradisional.

Akhirnya lonceng tengah malam berdentang. Para Cinderella pun pulang ke rumahnya. Midnite sale pun usai. Selepas waktu diskon berakhir, mereka nampak telah mengantri di kasir. Antriannya pun cukup panjang. Namun uniknya, bagi kami mereka justru terlihat seperti habis berolahraga malam. Bagaimana tidak, walaupun mereka coba tutup-tutupi, amat terlihat bahwa nafas mereka cukup tersengal-sengal. Yah maklum, namanya juga orang kalap lagi ngejar diskon. Lagian siapa suruh di mall lari-lari. Ya capek dong mba…..

Nah, itulah kiranya balada akhir tahun dari kami. Kisah tentang perempuan pemburu diskon. Kisah yang membuat kami secara mendadak dapat merubah pendangan kami tentang siapa, apa , dan bagaimana perempuan cantik itu. Kisah yang kami pun tidak percaya, bahwa kami dapat memberi dua penilaian sekaligus terhadap perempuan dalam waktu yang singkat. Bahwa mereka cantik sekaligus terlihat rakus.

Jadi di akhir cerita ini, kami punya rekomendasi. Untuk menilai perilaku perempuan pujaan kalian, salah satunya, coba saja ajak mereka belanja pada saat diskon? Lihat bagaimana tingkah polah mereka? Apakah tingkah mereka seperti apa yang kami gambarkan di atas atau sebaliknya? Yah, satu waktu, kalian coba saja. Sudahlah.

Selamat Tahun baru!

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s