Satu Gayung Rp. 1000 Saja…

“ Heh, satu gayungnya seribu lho!”

Itulah bunyi gurauan kawan saat saya numpang buang air di kosannya. Maklum, di kampus saya toiletnya sangat tak nyaman untuk buang air besar. Jadi ketika hendak buang air (besar), terpaksa saya seringkali harus sedikit berjalan ke kosan kawan yang jaraknya tak jauh dari kampus. Namun bukan masalah buang air yang akan saya bahas kali ini.

Saat ia melemparkan guyonan tersebut, ketika sedang nongkrong di dalam WC, seolah kesadaran saya sedikit tersentil. “ Satu gayung air seribu rupiah” pikir saya dalam hati. Ya, bukan tak mungkin hal ini akan terjadi kelak. Ketika air tanah terus dikuras dan sumber daya tersebut dimonopoli oleh pihak tertentu dan dijual untuk masyarakat. Efeknya di kemudian hari, nilai air dapat begitu ekonomis. Mungkin kelak air akan menjadi seseksi minyak.

Kini saya juga seolah terhenyak akan pelajaran geografi yang didapat saat di bangku sekolah menengah. Dikatakan bahwa sumber daya alam itu terbagi dua yakni, yang dapat diperbaharui dan tidak. Sialnya saya baru tersadar ini hanyalah metode ilmu pengetahuan dalam mempermudah manusia untuk mempelajari suatu hal. Sebetulnya dikotomi tersebut hanya simplifikasi dari sumber daya alam yang lama untuk diperbaharui dan relatif cepat untuk diperbaharui.

Serupa dengan pembagian ekosistem, habitat atau jenis spesies. Ekosistem hutan, laut, kolam dan sebagainya. Ya, itu kan hanya “akal-akalan” ilmu pengetahuan demi mempermudah kita mempelajari lingkungan. Yang namanya lingkungan itu merupakan sesuatu  yang integral dan harus dilihat secara holistik. Yah, kadang ilmu pengetahuan membuat segalanya seolah terpisah dan berdiri sendiri.

Nah, jadi apa artinya itu buat saya? Setelah bertahun-tahun berlalu saya akhirnya tersadar, yang namanya sumber daya alam, mau apapun itu namanya, akan sulit untuk diperbaharui jika melihat tingkah manusia sekarang dan sangat mungkin untuk habis. Termasuk juga air.

Jadi mau apapun itu, termasuk air atau juga oksigen di muka bumi ini bisa saja menjadi barang langka di kemudian hari jika kita masih saja rakus seperti saat ini. Mungkin guyonan kawan saya di atas akan menjadi kenyataan.

Yah siapa tahu…………Berdoa saja…(semoga tak akan terjadi maksudnya).

***

 

Iklan

3 comments on “Satu Gayung Rp. 1000 Saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s