Apa Hebatnya Raditya Dika!

Begini, beberapa waktu lalu kami diberi buku yang merupakan hadiah dari satu acara. Isinya tentang pengalaman pribadi yang kemudian dituangkan ke dalam buku dengan bentuk pesonal literature (ini genre dari penerbitnya). Ceritanya tentang pengalaman seorang lelaki yang menjadi seorang perawat. Dari mulai ia tak sengaja ikut tes akademi keperawatan hingga akhirnya ia lulus dari akademi tersebut dengan “selamat”. Dalam buku itu diceritakan berbagai pengalaman menariknya. Mulai dari yang sedih, senang, dan tentu pengalaman konyol karena ini masuk ke dalam buku komedi.

Kami sebenarnya sedikit malas membaca buku seperti ini. Namun karena sebelumnya kami tak pernah membaca buku aneh seperti ini, akhirnya kami putuskan untuk membacanya.  Kami menamatkan membaca buku ini secara mencicil sebelum kami tidur, tak runut dari bab awal, dan menyelesaikannya selama kurang lebih tiga hari.

Lalu apa yang menarik dari buku ini?

Tidak ada. Tidak ada yang menarik!

Nah, jenis buku yang disusun berdasarkan pengalaman yang ditulis dengan bahasa santai yang segar, mengingatkan kami akan Raditya Dika. Ya siapa yang tak kenal Raditnya Dika? Apalagi di kalangan blogger. Nah, kamilah salah seorang yang baru tahu Raditya Dika beberapa bulan kebelakang.

Mungkin ia termasuk seorang yang sukses sebagai blogger. Tapi apa kehebatannya? Ah, bagi kami kehebatannya tak banyak juga. (maaf ya Mas Dika, jika dalam buku Mas biasa mengejek diri sendiri, maka dalam kesempatan kali ini izinkan kami menjelek-jelekkan Mas). Dia Cuma lihai ketak-ketik pengalamannya dengah ditambah bumbu komedi. Ya, membaca bukunya, isinya ya hanya haha hehe, seolah hidupnya selalu lucu.

Dan setelah kami tilik-tilik bukunya, ya isinya tak jauh dari lelucon yang biasa kami utarakan ketika kami bercanda dengan kawan. Lelucon yang biasa mengudara ketika kami berkumpul bersama teman sambil minum teh manis, kopi dan batangan rokok.

Kelebihan

Namun justru itulah kelebihan banyak penulis jenis ini. Tak setiap orang niat atau bahkan mau menggubah pengalamannya menjadi suatu bentuk kumpulan tulisan di sebuah buku. Dan yang menarik bagi kami ialah buku ini bisa dibaca oleh siapa saja. Maksudnya ialah orang yang sebelumnya tak senang membaca buku, ketika disodorkan buku jenis ini, mereka akan cenderung tertarik untuk terus membacanya. Ya, hal ini baik untuk masyarakat yang minat bacanya masih cukup rendah.

Selain itu, tentu tak mudah membuat sebuah buku. Mau apapun itu namanya, yang namanya berbentuk buku membutuhkan suatu kerja keras dan pola pikir yang sistematis dalam menyusun materi buku tersebut. Jadi, walau bagi kami buku suster boy yang kami ceritakan di muka tak begitu menarik, namun kami sangat mengapresiasi proses kerja penulisnya.

Kemudian juga, dalam setiap bukunya mereka pasti mempunyai semacam konsep dasar yang menceritakan tentang apa sebenarnya buku mereka. Ya, hal ini terlihat dari judulnya. Misalnya, Raditya Dika, sepertinya ia konsisten menggunakan istilah binatang untuk judul buku-bukunya. Dan dengan analogi konsep binatang tersebut ia tahu harus dibawa ke  arah mana jalan cerita dalam bukunya.

Oh ya, kami juga dapat merasakan perbedaan bagaimana penulis seperti Raditya Dika menuangkan gagasannya hingga membuat orang tertawa. Dibanding dengan penulis pemula, misalnya dengan penulis Suster Boy. Dalam bukunya, ia dapat memisahkan mana yang fakta (pengalaman pribadi) dan mana yang hanya sebatas bumbu humor. Dengan ini kami kira kami dapat lebih memahami pengalamnnya dan lebih dapat terlibat secara emosi dengan kejadian yang dituliskan dalam bukunya.

Berbeda dari buku Suster Boy, dimana fakta dan bumbu humor seperti bercampur. Jadinya yang kami tangkap yakni pengalaman yang dituangkan dalam bukunya seolah terlalu dilebih-lebihkan atau dalam bahasa Perancisnya dikenal dengan nama Le bai. Nah pada akhirnya hal ini malah tidak membuat kami tertawa. Dan hanya cukup membuat kami berdehem dan terkadang tertawa tipis.

Pada akhirnya, membaca buku jenis ini, personal literature, atau sejenisnya, cukuplah menghibur. Dan yang terpenting, mau apapun itu bukunya, niscaya akan memberikan sedikit banyak pengetahuan. Misalnya dalam buku Suster Boy, kami jadi mengerti bagaimana kehidupan anak-anak keperawatan. Bagaimana kuliahnya dan sedikit apa yang mereka pelajari di kelas. Hal ini membuat kami mengetahui hal baru yang sebelumnya amat asing di kehidupan kami. Dan terakhir yang terpenting, buku ini bisa menghibur dan mengisi kekosongan waktu kami dengan diisi dengan sedikit pengetahuan dari buku tersebut.

Nah di akhir tulisan ini kami punya sedikit pesan. “Coba buka dan sedikit baca buku yang berserakan di kamar, yang sebelumnya belum kalian baca. Entah itu karena malas atau kalian berasumsi bahwa buku itu tak menarik.” Siapa tahu kalian mendapatkan sesuatu dari situ.

Selamat membaca.

***

Iklan

2 comments on “Apa Hebatnya Raditya Dika!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s