Mitos Orang Zulu

Banyak sekali legenda dan mitos yang menarik perhatian kami tentang orang zulu yang didapat dari buku yang kami baca tersebut. Orang Zulu (generasi muda) belajar tentang siapa mereka dari legenda atau cerita melalui cerita orang tua atau atau para pendongeng di dalam Kraal. Dan berikut ialah legenda, mitos dan kepercayaan yang hidup pada orang zulu:

  • Orang Zulu percaya bahwa merekalah kelompok manusia satu-satunya di muka bumi. Ketika pertama melihat orang dari kelompok lain mereka akan berkata bahwa kelompok lainnya itu aneh. Oh ya, kata “Zulu” secara sederhana  bagi mereka diartikan sebagai orang/manusia
  • kulit orang zulu bervariasi dari mulai coklat hingga sawo matang. Dan para pendongeng menggambarkan bahwa perempuan yang berwarna sawo matang sebagai makhluk ramah yang memancarkan kecantikannya
  • Orang Zulu percaya bahwa kemampuan wanita Zulu untuk memiiki keturunan berkaitan dengan kemampuan mereka menanam benih berbagai tanaman. Jadi layaknya bumi, perempuan dianggap sebagai sumber kesuburan. Dan itulah mengapa yang menggali tanah dan menanam benih dilakukan oleh perempuan dan anak perempuan Zulu. Hal ini serupa seperti kepercayaan tentang dewi sri di masyarakat pertanian di jawa tengah, Nyai Sri Pohaci di Jawa Barat, Dewi Laksmi di India, atau Dewi Dameter di masyarakat Yunani Kuno. Kesuburan dan kesejahteraan cenderung diasosiasikan dengan tokoh perempuan
  • Ada juga legenda tentang bagaimana pertama kali orang Zulu memperoleh hewan ternak mereka. Menurut para pendongeng, di masa yang lalu, para beberapa pemburu muda tengah berkelana. Lalu mereka terkejut ketika melihat sekumpulan hewan bertanduk yang berkumpul di lembah. Baru pertama kali mereka melihat begitu banyak hewan dalam satu area.

Segera mereka bersiap mengayunkan tombak mereka, namun mereka segera dibuat kebingunan. Hewan tersebut bukannya lari, namun malah memandang para pemburu dengan santainya. Kemudian salah seorang memberanikan diri mendekat namun tetap saja hewan itu berdiri saantai sambil mengibaskan ekor mereka untuk mengusir serangga. Si pemcuru tersebut mengelus pinggul, kepala dan tanduknya. Tiap hewan mereka sentuh dan tak satupun yang menunjukkan ekspresi ketakutan. Malah hewan tersebut menjilati tangan para pemburu tersebut.

Kemudian mereka segera mencari tahu darimana hewan tersebut berasal. Mereka berjalan ke dataran yang lebih tinggi kemudian melihat ada beberapa laki-laki, perempuan dan anak kecil do bawah pohon. Semuanya telah tergeletak dalam kondisi tewas, kecuali sang anak laki-laki. Anak kecil ini waspada terhadap para pemburu yang mendekatinya. Namun seketika ia menangis ketakutan melihat orang dari kelompoknya telah tewas terkulai di tanah.

Anak kecil itu awalnya menduga keluarganya dibunuh oleh orang. Namun tak ada satupun ceceran darah dan tombak berhiaskan darah bekas perlawanan. Ia kemudian bercerita bahwa keluarganya berkelana ke selatan mencari padang rumput karena di daerah asalnya hujun tak juga turun. Hingga akhirnya mereka tiba di tempat ini. Mereka menggembalakan ternaknya. Memasak jamur dan memakan tanaman lainnya. Namun saat waktunya makan, ia tak merasa lapar dan ia memutuskan untuk tidur. Namun ia terkejut, ketika ia bangun tidur dan semua keluarganya telah tewas. Kahirnya ia yakin bahwa mereka semua keracunan makanan di daerah ini karena masih asing dan tak tahu apapun tentang tanaman yang layak  makan di daerah baru tersebut.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa hewan ternak, sapid banteng itu ialah milik ayahnya. Ia meminta para pemburu tersebut untuk merawatnya. Ia juga meminta untuk dikawinkan dengan perempuan dari kelompok pemburu tersebut dan meminta agar dimasukan menjadi bagian dari kelompok mereka karena ia kini sebatang kara.

Akhirnya para pemburu itu kembali ke desanya (dengan bocah tersebut) dan mereka mulai beternak sapi ban banteng. Mereka diajari bagaimana caranya menngurus hewan tersebut oleh si bocah kecil. Mereka juga kemudian menemukan kegunaan dari hewan tersebut yang sebelumnya belum diketahui yakni sebagai bahan untuk pakaian dan sandal. Dan sejak itulah hingga kini orang Zulu memelihaara hewan ternaknya.

  • Jika mereka memakan daging hewan buruan atau daging dari lawan perang mereka. Mereka percaya bahwa kekuatan dari orang atau binaang tersebut akan masuk pada tubuh mereka
  • Orang zulu beraharap anaknya sehat dan takut akan anak kembar. Hal ini karena anak kembar dipercaya merupakan kutukan dari nenek moyang mereka. Dan karenanya mereka membunuh anak kembar tersebut.
  • Legenda Bantu juga memiliki cerita tentang anak kecil  lumpuh yang memiliki “bakat” dan kemampuan ajaib. Salah satunya tentang perempuan kecil yang buta dan memiliki enam jari. Ia dapat mengenali orang dari jarak jauh dan mampu meramal masa depan. Gadis seperti ini kemudian menjadi kebanggaan keluarga. Ia diberi banyak hadiah atau mainan dari kerabat atau kelompok lain
  • Orang Zulu akan melakukan segalanya untuk mengurus dan menyelamatkan ternaknya dari hewan buas. Dan kisah keberanian dari para pemuda ini dengan bangganya diceritakan di saat api unggun sore hari
  • Tugas utama perempuan ialah melahirkan dan mempunyai anak. Dan mas kawin (diberi oleh ayah si mempelai pria) dalam pernikahan di orang Zulu dinamakan Lobolo. Untuk menarik perhatian lawan jenis, perempuan zulu menggunakan jamu yang wangi, ramuan lain, ditambah dengan minyak sayur dan lemak binatang. Serupa seperti lipstik atau krim yang digunakan oleh perempuan kini

  • Sang pencipta bagi orang Zulu dinamakan Nkulunkulu. Dia terlihat seperti manusia walau memiliki 1000 mata. Dia memberikan pria sebuah jiwa kepemimpinan sehingga mereka dapat menjadi raja dan menciptakan peraturan. Oleh karenanya, Sang pencipta dapat beristirahat dan kembali ke surga.

Tapi ketika di surga, ia memerintahkan bunglon untuk membunuh manusia. Namun beberapa saat kemudian ia merubah pikiran dan meemerintahkan kadal untuk mencegah perbuatan bunglon untuk membunuh manusia. Tapi sayang kadal terlalu lambat dan tak bisa menyelamatkan manusia. Dan hasilnya, hingga kini manusia membenci kadal

  • Ada juga legenda tetang bagaimana orang afrika pertama menemukan drum. Pada suatu waktu seorang perempuan menjatuhkan lumpang yang terbuat dari kayu untuk menggiling kacang dan biji-bijian lainnya untuk bahan makanan. Setelah terjatuh, ia awalnya hendak merusak lumping itu dengan membuangnya ke api unggun. Namun tiba-tiba ia berubah pikiran, akhirnya ia memutuskan untuk menyuruh pengrajin kayu untuk “memoles” lumping yang telah rysak tersebut. Sang seniman pun mengikuti perintahnya dan memasang kulit wildebeest di atasnya. Maka akhirnya jadilah sebuah drum. Dan kini berbagai jenis dan ukuran drum pun bersumber dari drum tersebut.
  • Mereka percaya tak ada orang yang terlahir dengan sifat yang buruk atau jahat. Hanya sifat baik yang diturunkan dari nenek moyang kepada generasi bi bawahnya. Sebaliknya sifat buruk tak bisa diturunkan dari orang yang telah mati ke orang yang hidup.
  • Pemakaman untuk mereka pun tak bisa dibilang simpel. Mereka percaya rohs seseorang akna abadi, hidup selamanya. Jadi cara penguburan setiap orang akan berbeda sesuai dengan statusnya di Kraal. Untuk kepala suku, berkabung bisa “dirayakan” sepanjang tahun dan mengorbankan banyak “seserahan” hewan ternak.

Nah, itulah legenda dan kisah yang hidup di orang Zulu yang kami dapat dari bukunya Sonia Bleker. Kadang mitos memang aneh dan sulit untuk dimengerti. Tapi itulah asyiknya mitos. Lagipula mitos tak harus  pula kita mengerti . Cukup nikmati. Ok. itulah cerita kami tentang mitos orang zulu. Kami hanya menggambarkan dan membahasakan ulang akan apa yang kami baca. Semoga cerita di atas dapat bermanfaat. Amin.

***

** Kalo ada fakta yang tidak sesuai atau yang tidak relevan silahkan komen aja yah……………pasti akan kami revisi 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s