Berfantasi Lewat Video Chat


Sebelumnya maaf jika ada kalimat dalam postingan ini yg terasa vulgar.

Musik house itu menggoyang kamar berukuran 5x5m. Suaranya putus-putus karena koneksi internet yang tak mumpuni. Di sana, seorang pria menghadap camera berukuran 1.3mp dan tengah asyik melihat lawan bicaranya di layar monitor komputernya. Di pandanginya sosok wanita. Berbagai rupa wanita dipilih. Walau video wanita itu putus-putus namun tetap saja ia menikmatinya.

Ya, itu ialah iliustrasi bagaimana fenomena video chat di tanah air tengah gempita. Lewat internet dan bermodalkan video kamera seseorang mampu berkomunikasi, “bertukar wajah” dengan manusia lainnya lewat dunia maya.

Namun yang menarik dari fenomena ini ialah seolah aplikasi internet tersebut seolah dijadikan ajang untuk mencari jodoh atau untuk beberapa aplikasi memang identik sebagai penyaluran akan hasrat birahi. Mereka mampu menikmati asyiknya menikmati sosok tubuh molek dengan atau tanpa busana. Ya web seperti camfrog atau omegle memang identik dengan hal demikian.

Memang di dunia maya kita dapat begitu mudah berkenalan dengan orang yang belum kita kenal. Ya, Talk with stranger. Tak penting kita tak mengetahui siapa dia, asalkan kita memiliki hobi, tujuan yang sama dan atau asalkan birahi kita dapat tersalurkan. Dari pengamatan kami, memang dua web internet tersebut cenderung digunakan sebagai saluran untuk merasakan suatu jouissance karena menikmati suatu objek seksual.

Selain itu kita juga dapat melihat bagaiamana kaum-kaum eksibisionis di web tersebut. Mereka mempertontonkan tubuh mereka, organ seksual dan mendapatkan semacam kesenangan karenanya. Astagfirullah, dunia memng hampir kiamat sepertinya. Merinding kami dibuatnya.

Namun yang makin asyik sebenarnya mereka menikmati kesenangan tersebut dalam koneksi yang putus-putus. Dengan kecepatan internet yang pas-pasan, kamera seadanya, dan tampilan “lawan main seks” di layar kecil yang hanya sebesar korek api, mereka mampu benar-benar terangsang. Ya memang, kami pikir di sini fantasi lebih banyak bekerja dari rangsangan seksual yang sebenarnya. Cukup dipancing dengan sosok yang bergoyang di kamera, perlahan melepaskan pakaiannya, sambil meremas organ seksualnya, dan para lelaki pun mampu begitu terangsang.

Namun kami pikir, disini bukan hanya lelaki saja yang menikmati kesenangan seksualnya. Kami yakin, banyak perempuan yang juga menikmatinya. Lagipula, kata siapa semua perempuan tak suka dengan materi yang berbau seksual? Mereka juga suka, namun tenggelam oleh wacana di masyarakat bahwa perempuan itu tak boleh begini,begitu,anu,itu, dan selanjutnya.

Oh ya, yang anehnya dalam web tersebut yang menjadi musik latarnya ialah music house pantura-an. Entah mengapa adminnya memperdengarkan musik jenis tersebut. Atau adakah mungkin musik jenis tersebut mampu membangkitkan gairah seksual? Wah menarik sepertinya jika diadakan penelitian berjudul” Tarik Mang!Musik pantura,voyeurism dan bangkitnya hasrat seksual para pelakunya

Selain itu dalam web tersebut rasanya kami melihat suatu aktivitas seksual berjamaah yang “terkoordinir”. Para pria melakukan aktivitas seksual secara berjamaah di tempat yang berbeda dengan ada komando dan dorongan seksual dari si Admin

Yah itulah kiranya pengalaman singkat kami berkunjung ke website tersebut. Awalnya, kawan kamilah yang memberitahu tentang web ini. Kemudian kami penasaran dan akhirnya kami pun mencoba melihat ada apa saja di dalamnya. Oh ya, sebelum ini, software camfrog sebenarnya telah ada di komputer kami (saudara kami yang mengtinstallnya). Namun pada waktu itu kami kira Camfrog itu sebuah malware atau virus. Ya, jadi kami hapus saja.

Buat kami pribadi sih web tersebut cenderung membosankan dan menjijikan. Entah kenapa web tersebut terasa begit vulgar bin vivid. Tapi, jika dari kalian ada yang penasaran coba saja berkunjung ke sana. Jangan lupa bikin account dulu ya. Nah, Insya Allah nanti kalian akan bertemu kami di sana .LOL

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s