Kenapa Kami Benci Maicih?

Keripik setan yang super pedas dan bikin murka perut memang telah kami kenal sejak kami duduk di bangkus SD. Harganya 500, tapi kini karena  (katanya) seni dari pemasaran yang unik, harganya  menjadi 100x lipat. Aneh, justru saat teknik pemasaran semakin efisien harusnya harga dapat ditekan. Ah entahlah, ini mungkin karena citra produk. Tapi intinya saya tidak suka, tepatnya benci kepada ma icih dan produk sejenisnya. Kenapa? Ini alasannya:

  • Kami punya maag kronis. Ini memang dendam pribadi, kami kesal tak bisa makan yang pedas-pedas. Makan keripik sejenis ini sama saja bunuh diri bagi kami
  • Tak mencerdaskan generasi bangsa. Manfaat apa yang bisa kalian peroleh dari singkong, bawang merah, bawang putih, minyak sayur, cabe rawit, dan garam, selain sensasi pedas dan histeria teriak bareng2 temen gaul??!! Makan ini bikin volume otak terasa menyusut. Miskin nutrisi!
  • Tak sejalan dengan misi WHO. Makanan miskin gizi ini tak sejalan dengan misi WHO dimana setiap penduduk negara harus disuplai dengan gizi yang cukup demi kompetensi SDM nya di era globalisasi. Makan ginian Cuma bikin Indonesia terus terpuruk bahkan di kawasan Asia Tenggara
  • Cuma Makan Citra. Makan keripik ini secara biologis tak dapat diartikan sebagai makan. Memasukkan sesuatu ke mulut demi bertahan hidup atau sekedar mengisi perut karena rasa yang menggugah selera lewat suatu makanan. Makan keripik ini hanya sekedar  memakan citra produk ini yakni “tantangan level dr ma icih” atau sensasi kuat-kuatan makan ini bareng temen
  • Diskriminatif secara teknologi. Emang target produk ini anak muda yang gaul yang diidentikan selalu aktif di jejaring sosial. Tapia apa emang anak muda selalu punya twitter? Kami yang ga punya twitter gimana kalo pengen nyobain makanan ini?
  • Design produk yang jelek sekali. Gambar emak-emaknya justru kelihatan seperti wajah dari orang aztek atau dari suku Indian. Gambarnya tak menggambarkan konsep emak-emak

Nah itulah alasan kenapa kami membenci ma icih. Ini memang alasan pribadi. Bukan sirik. Tak ada juga maksud dari kami untuk menjelek-jelekkan makanan atau mungkin tepatnya “brand” ini.

***

Iklan

2 comments on “Kenapa Kami Benci Maicih?

  1. belajarlah pada orang kreatif, dari 500 menjadi (yg kata anda) 100x lipat. hargailah ide mereka, karena ide kreatif mahal harganya. Urusan gizi, WHO, dll, itu kembali kepada konsumen, jangan salahkan makanannya. Ok, misalkan maicih tidak memenuhi syart, mengapa mereka pada rame-rame membeli. misalkan jawabannya gara2 gaul twitter bla bla, itulah hasil ide kreatif mereka. no offense

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s